
::pensel dan pemadam::

::setahun::
::positive::
::silent::
::final::
::duniawi::
Ku Merintih, Aku Menangis, Ku Meratap, Aku Mengharap, Ku Meminta Dihidupkan Semula, Agar Dapat Kembali Ke Dunia Nyata,
Perjalanan Rohku, Melengkapi Sebuah Kembara, Singgah Di Rahim Bonda, Sebelum Menjejak Ke Dunia, Menanti Di Barzakh, Sebelum Berangkat Ke Mahsyar, Diperhitung Amalan, Penentu Syurga Atau Sebaliknya,
Tanah Yang Basah Berwarna Merah, Semerah Mawar Dan Jugak Rindu, 7 Langkah Pun Baru Berlalu, Susai Talkin Penanda Syahdu, Tenang Dan Damai Di Pusaraku, Nisan Batu Menjadi Tugu, Namun Tak Siapa Pun Tahu Resah Penantianku,
Terbangkitnya Aku Dari Sebuah Kematian, Seakan Ku Dengari, Tangis Mereka Yang Ku Tinggalkan, Kehidupan Disini Bukan Suatu Khayalan Tetapi Ia Sebenar Kejadian
Kembali Oh Kembli, Kembalilah Kedalam Diri, Sendirian Sendiri, Sendiri Bertemankan Sepi, Hanya Kain Putih Yang Membaluti Tubuhku, Terbujur Dan Kaku, Jasad Terbujur Didalam Keranda Kayu,
Ajal Yang Datang Dibuka Pintu , Tiada Siapa Yang Memberi Tahu, Tiada Siapa Pun Dapat Hindari, Tiada Siapa Yang Terkecuali, Lemah Jemari Nafas Terhenti, Tidak Tergambar Sakitnya Mati, Cukup sekali Jasadku Untuk Mengulangi,
Jantung Berdenyut Kencang, Menantikan Malaikat Datang, Mengigil Ketakutan Gelap Pekat Dipandangan, Selama Ini Diceritakan Kini Aku Merasakan Dialam Barzakh Jasad Dikebumikan
::si luncai dan labu::
::those moments::
::seandainya::
Seandainya dapat kau selam Sambil mentafsir tasik hatiku Cuma tenang di permukaan Dan di dasarnya bergelora
Persoalan demi persoalan Membelenggu akal dan fikiran Tidak ku temu jawapan
Seandainya dapat ku lari Jauh ku pergi membawa diri Sebenarnya langkah terkunci Antara kasih dan juga budi
Mengapa kau jua yang kurindu Walau sudah ku tahu Payah bersatu hidup denganmu
Engkau sungguh jujur dan ikhlas terhadapku Tak pernah walau dalam sekali pun Kau pinta ku membalas Semuanya itu lambang kesetiaan mu Bukannya mengaburi mata ini Atau sebaliknya
Kita bagaikan pertaruhan Pada yang menyaksikan Jauh manakah kita bertahan
Jika ku tersilap Pastinya di pandang hina Terlalu banyak sungguh halangan Terpaksa ku terjang Aku pun tidak tahu Apa yang ingin Tuhan tunjukkan Adakah ini dugaannya Hanyalah sekadar untuk menguji Setiamu
::what a big dream::
::terasa suda::
::itu cerita sebelum::
::menyusahkan::
::kita pgl dia lelaki::


